MODUL MULTIMEDIA

Home » Isu Pendidikan Kejuruan » Kajian Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia (TKI/TKW)

Kajian Pelatihan Tenaga Kerja Indonesia (TKI/TKW)

oleh: Tuatul Mahfud S.Pd

Munculnya beberapa kasus penganiayaan, pemerkosan, dan lain-lain terhadap TKI/TKW saat ini memang sangat disebabkan karena kurangnya kemampuan untuk bekerja dan yang paling penting adalah masalah komunikasi. Nyatanya pemebekalan bagi TKI yang akan dipekerjakan masih sangat jauh dari harapan, modal dasar untuk bekerja masih belum bisa dimiliki sepenuhnya oleh setiap TKI/TKW, alhasil dengan bermodalkan kemampuan dibawah rata-rata TKI tetap diberangkatkan. Hal ini perlu dikaji ulang terkait pelatihan yang akan diselenggrakan untuk pembekalan TKI agar TKI kita mempunyai posisi tawar dan keberadaanya lebih dihargai sebagai tenaga kerja yang profesional.

Adanya Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLK-LN) masih belum bisa dijadikan sandaran untuk menyediakan TKI yang siap kerja. Dari hasil survey  sebanyak 86 Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLK-LN) swasta dari 181 BLK-LN dinilai buruk tidak memenuhi kriteria sebagai tempat pelatihan tenaga kerja Indonesia (TKI) luar negeri. Hal itu ditemukan dari hasil rating yang dilakukan oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) di bulan Oktober-Desember 2007. Rating BLK TKI tersebut dilakukan terhadap 260 BLK-LN diseluruh Indonesia, namun 79 BLK-LN tidak dapat disurvey karena alamat BLK-LN tidak ditemukan dan bahkan ada yang beralih fungsi, sehingga yang dapat dilakukan rating hanya sebanyak 181 BLK-LN. Rating terhadap BLK-LN tersebut merupakan bagian dari perbaikan kualitas TKI, dan menjawab tuntutan pengguna TKI atas pengajuan kenaikan upah, dan meningkatkan harkat dan martabat TKI, mengangkat citra bangsa Indonesia dan peningkatan perlindungan TKI diluar negeri.

Sebagian besar, masalah yang muncul terhadap TKI diluar negeri adalah pada proses pelatihan yang tidak sempurna, akibat pelatihan terhadap TKI yang tidak sempurna ini, banyak menimbulkan masalah diluar negeri. Sehingga diperlukan model pelatihan yang dapat memenuhi kriteria sebagai tempat pelatihan tenaga kerja Indonesia luar negeri.

Adapun desain pelaksanaan pelatihan bagi TKI dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

1) Bentuk Lembaga Pelatihan

Bentuk lembaga pelatihan berupa BLK-LN (Balai Latihan Kerja Luar Negeri) dengan tujuan utama untuk menunjang program penempatan TKI ke luar negeri melalui pelatihan, pemberdayaan dan pengembangan sumber daya manusia tenaga kerja. BLK-LN mempunyai tugas pokok dan fungsi melaksanakan pelatihan, uji ketrampilan, dan sertifikasi bagi calon tenaga kerja indonesia yang akan bekerja ke luar negeri.

2) Kurikulum Pelatihan Tenaga Kerja Informal

Sebagian besar kebutuhan akan tenaga kerja di uar negeri adalah untuk jabatan Penata Laksana Rumah Tangga ( PLRT )/ Informal, agar calon tenaga kerja yang akan bekerja ke luar negeri sebagai PLRT dapat melaksanakan pekerjaannya dengan berhasil dan produktif, kepada mereka diberi pelatihan PLRT yang meliputi pengetahuan tata boga, tata graha, tata busana / laundry, perawatan bayi, dan pengetahuan bahasa.

Selain tuntutan keterampilan dasar dan keterampilan dalam bidang yang ditekuni, dunia kerja khusunya dalam PLRT menghendaki keterampilan employbilitas. Dimana secara konseptual keterampilan employbilitas merupakan kemampuan penyesuaian aktif individu terhadap pekerjaan tertentu sehingga memungkinkan individu untuk bertahan dan menyadari adanya peluang untuk sukses dalam bekerja (Hanafi,2008). Keterampilan employbilitas dinilai sangat penting, karena pekerjaan menuntut adanya inisiatif, fleksibiltas, dan kemampuan seseorang untuk menangani tugas-tugas yang berbeda. Hal ini berarti keterampilan yang dimiliki oleh tenaga PLRT/TKI tidak harus spesifik, tetapi lebih berorientasi pada layanan dan lebih penting lagi memiliki keterampilan sosial yang tinggi.

Australian National Training Authority (ANTA,2003) menyatakan bahwa keterampilan employbilitas termasuk 1) keterampilan dasar yang meliputi membaca, menulis, dan berhitung; 2) keterampilan interpersonal meliputi berkomunikasi dan bekerja tim; dan 3) atribut diri, diantaranya kemampuan belajar dan bagaimana menghadapi perubahan yanh selalu terjadi di masyarakat.

Dari penjelasan diatas dapat dirancang sebuah kurikulum untuk pelatihan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), yaitu sebagai berikut:

Tabel  Pengembangan Kurikulum Pelatihan TKI

KETERAMPILAN MATERI PELATIHAN
Fundamental Skill 1. Pelatihan membaca
2. Pelatihan cara menulis
3. Matematika dasar (teknik berhitung)
Interpersonal Skill 1. Pelatihan bahasa Inggris (short course)
2. Tata cara bertelepon dan menerima tamu
3. Pengenalan adat istiadat, budaya dan kondisi negara tujuan
4. Budi pekerti, motivasi, disiplin kerja dan etika negara setempat
5. Pentingnya kerja tim (team work) dalam bekerja
6. Keselamatan dan kesehatan kerja
Workplace Skill 1.   Persiapan dan pengolahan makanan dan minuman negarasetempat
2.  Pembersihan dan perawatan perabot dapur, makan dan minum
3.  Teknik perawatan pakaian (menyuci dan menyetrika)
4.  Pembersihan dan penataan ruangan kamar mandi dan WC
5.  Penataan kamar tidur dan kamar tamu
6.  Pengasuhan dan perawatan anak balita Perawatan kesehatan
7.  Perawatan orang lanjut usia
8.  Penggunaan dan perawatan alat-alat rumah tangga
9.  Pemeliharaan hewan peliharaan
10.Perawatan dan cuci mobil
Supporting Skill 1. Tata cara pengurusan keluar negeri
2. Tata cara perjalanan keluar negeri
3. Perlindungan TKI

Semua kurikulum pelatihan tersebut dirancang untuk mempersiapkan calon Tenaga Kerja Indonesia yang mempunyai pengetahuan dan ketrampilan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di luar negeri.

1) Manajemen Pengelolaannya

BLK-LN mempunyai tugas pokok dan fungsi melaksanakan pelatihan, uji ketrampilan, dan sertifikasi bagi calon tenaga kerja indonesia yang akan bekerja ke luar negeri.

a) Penyiapan Instruktur

Instruktur disiapkan sesuai dengan latar belakang keahliannya dan masing-masing instruktur mengajar sesuai dengan keahliannya, selain itu juga pernah mengikuti diklat instruktur. Sehingga peserta pelatihan diharapkan mampu menguasai materi pelatihan yang telah diajarkan agar saat mereka bekerja keluar negeri sebagai penata laksana rumah tangga menjadi tenaga yang profesional dibidangnya.

b) Kualifikasi Peserta

Peserta pelatihan pada Balai Latihan Kerja Luar Negeri harus memenuhi kriteria sebagai berikut:

  • Calon tenaga kerja berminat untuk bekerja keluar negeri dan atau calon tenaga kerja Indonesia terdaftar melalui penyalur jasa tenaga kerja keluar negeri atau cabang PJTKI.
  • Telah mengikuti tes kesehatan di klinik yang terekomendasi dari pemerintah dengan hasil fit.
  • Tingkat pendidikan calon tenaga kerja indonesia minimal lulusan SLTP.
  • Usia calon tenaga kerja indonesia minimal 18 tahun pada waktu terdaftar.
  • Calon peserta pelatihan belum pernah mengikuti pelatihan ketrampilan.

c) Fasilitas Pelatihan/ Sarana Belajar Peserta

Sarana belajar merupakan salah satu unsur yang mendukung terselenggaranya kegiatan belajar mengajar. Sarana yang tersedia dan digunakan pada kegiatan belajar mengajar pada BLK-LN merupakan pendukung kegiatan praktek para calon tenaga kerja Indonesia.

d) Model Pelatihan Calon TKI

Agar mudah dalam mendeskripsikan model pelatihan bagi calon TKI, maka akan dibuatkan bagan dengan mengacu pada beberapa komponen pelatihan, yaitu : tujuan, materi, metode, media, evaluasi, instrukrur, dan peserta pelatihan. Semua komponen pelatihan berperan penting dalam kegiatan pelatihan. Dengan penerapan semua komponen pelatihan secara tepat diharapkan calon TKI sehingga apa yang dibutuhkan calon TKI dapat terpenuhi dan tujuan pelatihan dapat tercapai. Harapannya calon TKI dapat menjadi tenaga terampil dibidangnya.

Referensi:

Hanafi, Ivan. (2008). Sustainbilitas Pendidikan Kejuruan dan Tuntutan Keterampilan Kerja. Artikel Ilmiah Diesbatalis UNJ Ke-44.

Mustofa, Ali. (2008). TKI Dan Problem Klasik Perburuhan. Diambil pada tanggal 15 Juni 2010, dari http://wisnusudibjo.wordpress.com/2008/03/18/tki-dan-problem-klasik-perburuhan/

Pageh, I Wayan. (2008). Permasalahan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri. Diambil pada tanggal 15 Juni 2010, dari http://www.bnp2tki.go.id/content/view/226/276/.

Wibawa, Basuki, dkk. (2008). Bunga Rampai Kajian Pendidikan Nasional. Jakarta: BPFT UNJ.


3 Comments

  1. sesuatu says:

    banyak bgeddt materi nyua..

    capuz ah

  2. terima kasih mas,,, artikel anda sangat membantu dalam penyusunan skripsi saya….. good job (y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: