MODUL MULTIMEDIA

Home » Pendidikan » PERAN GURU DALAM MENCERDASKAN BANGSA

PERAN GURU DALAM MENCERDASKAN BANGSA

Oleh: Tuatul Mahfud, M.Pd

Teacher at Humana School

Dalam era global, dunia pendidikan di Indonesia pada saat ini dan yang akan datang masih menghadapi tantangan yang semakin berat serta kompleks. Indonesia harus mampu bersaing dengan negara-negara lain baik dalam produk, pelayanan, maupun dalam penyiapan sumber daya manusia (SDM). Salah satu contoh perlunya pengembangan potensi SDM yang berkualitas ditunjukan dengan hasil survei yang dilakukan oleh UNDP mengenai Human Devopment Indeks (HDI) pada tahun 2007 menyebutkan bahwa posisi Indonesia dalam peringkat daya saing bangsa di dunia internasional adalah nomor 111 dengan skor 0.734 dari 182 negara Asia Afrika yang disurvei HDI. (UNDP, 2007)

Untuk memperoleh SDM yang berkualitas dan memiliki daya saing, perlu didukung oleh suatu sistem pendidikan nasional yang dikembangkan berdasarkan pada kebutuhan masyarakat (stakeholder). Dalam konteks perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam masyarakat Indonesia dewasa ini, daya saing bangsa tergantung pada pengetahuan dan keterampilan manusia dan untuk membuat manusia berpengetahuan dan berketerampilan tergantung pada kualitas pendidikannya. Manusia yang cerdas, terlatih dan terampil tentu akan dapat meningkatkan kualitas hidupnya dalam melangsungkan kehidupannya. Hal ini sejalan dengan pernyataan Becker (1993) bahwa pendidikan dipandang sebagai salah satu dari berbagai investasi yang dapat dilakukan manusia yang dianggap sangat menentukan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Saat ini teori yang diusung oleh Becker telah menyebar dikalangan masyarakat, bahwa pendidikan dipandang sebagai investasi untuk mobilitas sosial ke atas, yang berarti perbaikan nasib untuk bisa hidup lebih berkecukupan, lebih memiliki akses ke berbagai infrastruktur dan kemudahan lainnya, serta memiliki peluang yang lebih luas untuk aktualisasi diri dalam berbagai aspek kehidupan.

Dalam hal ini pemerintah pun telah menyadari akan pentingnya pendidikan bagi masyarakatnya dan telah berupaya dalam mewujudkan manusia yang cerdas seperti amanat yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Negera Republik Indonesia tahun 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan Negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia dan untuk itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, ras, etnis, agama, dan gender. Pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan akan membuat warga negara Indonesia memiliki kecakapan hidup (life skills) sehingga mendorong tegaknya pembangunan manusia seutuhnya serta masyarakat madani dan modern yang dijiwai nilai-nilai Pancasila.

Hal tersebut dapat terwujud bila ketiga pilar kebijakan pendidikan nasional yang tertuang dalam  Renstra Depdiknas tahun 2005-2009 dapat diimplementasikan dengan baik, yaitu 1) perluasan dan pemerataan akses pendidikan; 2) peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan; 3) penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik pendidikan. (Depdiknas, 2008). Ketiga pilar tersebut harus diimplementasikan secara simultan dan saling terkait satu sama lain. Dengan begitu akan didapatkan keterkaitan antara perluasan dan pemerataan dengan perbaikan mutu pendidikan, di satu sisi perluasaan dan pemerataan dilakukan dan di sisi lainnya perbaikan mutu pendidikan pun dilakukan.

Disamping itu, baik buruknya mutu pendidikan sangatlah bergantung pada peranan guru dalam mentransfer ilmu kepada peserta didik. Kemampuan dan kualitas guru dalam proses pembelajaran dapat berpengaruh besar terhadap pencapaian mutu pendidikan, sehingga dapat dikatakan cerminan mutu pendidikan kita terdapat pada kualitas sosok seorang guru. Dalam konteks ini guru mempunyai fungsi dan peran yang sangat strategis dalam pembangunan di bidang pendidikan. Seperti halnya telah dijelaskan dalam UU No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 4 menyatakan bahwa “Kedudukan guru sebagai tenaga profesional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) berfungsi untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional”.

Peran guru tidak hanya sebatas mencerdaskan peserta didik dalam ranah keilmuan namun juga mencerdaskan dalam ranah kehidupan seperti halnya membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. (UU No.14 tahun 2005 Pasal 6). Secara yuridis peran guru amatlah besar dan berat dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, oleh karenanya untuk merealisasikan tujuan tersebut diperlukan kompetensi seorang guru yang professional dalam mengelola kegiatan belajar dan pembelajaran. Hal ini karena baik buruknya hasil pembelajaran bergantung pada proses pembelajaran itu sendiri, dan baik buruknya proses pembelajaran bergantung pada kemampuan guru dalam mengelola kegiatan belajar dan pembelajaran. Sehingga hal ini akan memberikan efek domino antara satu dengan yang lainnya.

Menurut Fullen (2005) kelas dan sekolah akan efektif jika ada orang yang berkualitas yang direkrut untuk mengajar. Oleh karenanya amatlah penting dalam menentukan seseorang untuk menjadi guru dalam proses pendidikan, apakah ia berkualitas atau tidak. Guru harus memenuhi kualifikasi tertentu untuk dapat menjadi pengajar yang professional dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Dalam UU No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dinyatakan bahwa seorang guru harus memenuhi serangkaian kompetensi, yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kompetensi pedagogik guru ditandai dengan adanya kemampuan mengelola kegiatan belajar dan pembelajaran yang baik. Kompetensi kepribadian meliputi sikap dan tingkah laku yang mencerminkan seorang guru yang dapat di ”gugu” dan di ”tiru”. Kompetensi sosial ditandai dengan adanya kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Dan yang terakhir guru harus memiliki kompetensi profesional, yaitu berusaha dalam meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Keempat kompetensi ini harus terpenuhi bagi seorang guru, karena bagaimana mungkin dapat mewujudkan tujuan pendidikan nasional tanpa terpenuhinya kompetensi tersebut.

Dengan terpenuhinya keempat kompetensi tersebut pada guru, maka akan dapat menghantarkan pendidikan kita menuju gerbang yang diharapkan yaitu tercapainya tujuan pendidikan nasional secara utuh dan menyeluruh dalam mencerdaskan bangsa. Dan kini, masa depan pendidikan bangsa kita tertumpu pada satu sosok, yaitu guru. Ialah yang akan meng’create’ wajah masa depan pendidikan kita, seperti apa, bagaimana, dan kemana arah pendidikan di Negara kita akan dibawa. Karena guru adalah profesi, pendidik, pembimbing, serta fasilitator yang dapat memberi perubahan bagi anak didik kearah yang lebih baik dari segala dimensi, ia pula yang mampu mengembangkan beragam sisi kecerdasan dan akhlak sebagai pembentuk kepribadian peserta didik.

Oleh karenanya, adalah sebuah kebanggaan tatkala dapat menjadi bagian dalam mewujudkan visi bangsa tersebut yaitu mencerdaskan anak bangsa, yaitu dengan menjadi seorang guru. Terlebih ketika melihat kondisi yang memprihatinkan terhadap layanan pendidikan untuk anak-anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, khusunya bagi Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja pada sektor perkebunan kelapa sawit di Sabah-Malaysia. Mereka masih sulit dalam mendapatkan layanan pendidikan untuk anak-anaknya. Karena bagaimanapun mereka masih mempunyai hak dalam hal layanan pendidikan yang diselenggarakan oleh Negara. Hal ini berdasar pada UU RI No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dinyatakan bahwa Negara berkewajiban melaksanakan penyelenggaraan pendidikan wajib belajar 9 tahun untuk setiap warga Negara baik yang tinggal di wilayah NKRI maupun diluar negeri. Dan salah satu upaya pemerintah dalam merealisasikan amanat tersebut yaitu dengan mengirimkan tenaga pengajar Indonesia ke Sabah-Malaysia sebanyak 150 guru untuk periode tahun 2011-2013. Guru-guru tersebut bertugas selama 2 tahun untuk mengembangkan layanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia di Sabah-Malaysia. Dan salah satu guru tersebut yaitu saya yang diamanahkan untuk bertugas dalam memberikan dan mengembangkan layanan pendidikan di ladang perkebunan kelapa sawit Jeleta Bumi (Sime Darby Plantation).

Dan terakhir sebagai testimoni saya terhadap blog pendidikan wijayalabs.com, saya sangat mengapresiasi atas hadirnya blog tersebut. Karena pada dasarnya blog tersebut mencerminkan multi fungsi dan peran dari seorang guru, bahwa seorang guru tidaklah hanya berkubang pada satu peran yaitu sebagai pengajar, namun guru juga sebagai seorang pendidik sekaligus sebagai seorang fasilitator dan motivator yang “up to date” terhadap perkembangan teknologi dalam bidang pendidikan. Karena saat ini perkembangan pembelajaran dalam sekolah tidak hanya sebatas pembelajaran klasikal yang hanya belajar dalam kelas dengan metode ceramah, namun dapat pula dengan pembelajaran cyber  melalui internet (blog/site/web). Hadirnya blog sebagai media pembelajaran menuntut guru agar senantiasa kreatif dalam mengemas media tersebut agar menarik perhatian siswa untuk membacanya. Hal ini senada dengan ungkapan Wijaya Kusuma (2011) dalam blognya, guru sekaligus sebagai blogger bahwa “Memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran pada hakekatnya membuat guru menjadi kreatif. Guru dituntut untuk mampu mengembangkan kreativitasnya agar blog yang dikelolanya menjadi menarik siswa untuk berkomentar, dan membuat siswa menjadi senang membaca. Blog dapat meningkatkan minat belajar siswa”. Semoga blog ini dapat bermanfaat dan dapat sebagai mediator untuk para guru dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu mencerdaskan anak bangsa.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk para guru yang tengah berjuang dengan segenap tenaga, pikiran, dan hati dalam mencerdaskan tunas-tunas bangsa baik didalam negeri maupun di luar negeri, khusus untuk teman-teman seperjuanganku yaitu guru-guru Indonesia di Sabah-Malaysia. Selamat hari guru, terangilah masa depan bangsa dengan ilmu yang kau miliki.

Tulisan ini dibuat ditengah kesibukan dalam menyiapkan “graduation” murid-muridku tercinta. Selamat atas kelulusanmu dan selamat jalan dan berjuang anak-anakku, doa Sir Mahfud selalu menyertaimu.

Sabah-Malaysia, 18 November 2011

Jeleta Bumi Estate, Kunak.

 

 

REFERENSI:

Becker, Gary S. (1993). Human capital : A theoretical and empirical analysis, with special reference to education. Chicago and London: The University of Chicago Press.

Depdiknas. (2003). Undang-undang RI Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20, tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Depdiknas. (2005). Undang-undang RI No.14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Depdiknas. (2008). Pembangunan pendidikan nasional 2005-2008.

Fullan, Michael. (2005). The new meaning of educational change (3rd ed). London: Teacher College Press.

UNDP. (2009). Human development report. Diambil pada tanggal 18 November 2011, dari http://hdr.undp.org/en/statistics/data/.

Wijaya Kusuma. (2011). Menjadi guru kreatif dengan memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran. Diambil pada tanggal 20 November 2011, dari  http://www.wijayalabs.com/2011/11/19/menjadi-guru-kreatif-dengan-memanfaatkan-blog-sebagai-media-pembelajaran/.


62 Comments

  1. wisnu says:

    tapi sekarang guru juga musti mulai memberikan pengajaran dan pendidikan berbasis pada potensi dan kebutuhan anak didik dan juga komunitas… jadi harus ada assessment dan research kecil-kecilan gitu… bagus tuh sekarang mulai dibangun ide pendidikan berbasis komunitas, kayak qoryah thoyyibah di Salatiga atau sekolah rakyat yang di Gunung Kidul (sumbu panguripan)…jadi sekolah benar-benar memberikan pencerahan dan memberikan bekal soft maupun hard skill untuk bertahan dan bermanfaat bagi orang lain….. terima kasih..

    untuk CikGu MAhfud, yuukkk.. terus berbekall…

    • yup..betul sekali mas wisnu. pembelajaran berbasis pada kebutuhan peserta didik, karena sampai sejauh ini pebelajaran yang berlaku adalah pembelajaran berbasis pada guru,,sehingga pola pembelajaran, kurikulum, dan penunjang pembelajaran lainnya berpusat pada guru..padahal perencanaan, proses, dan hasil belajar harus disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik agar output dari pembelajaran di sekolah seseuai dengan kebutuhan masyarkakat (stakeholder) pengguna dari lulusan sekolah…thanks mas buat komennya..

  2. jempol banget dah tulisannya. Banyak perubahan yang terjadi dinegeri ini dari perjuangan guru_guru. Salute!

  3. salsa says:

    Scra tata tulis.. ilmiah. Kualits ke-Master-annya tak dragukan.
    Baca kisah guru ddaerah yg jauh dr
    kota jd inget liril nasyid “Sang Murobbi”.. ust. Rahmat Abdullah..Mengajar dg TAQWA.

    Sukses sll u Sang PEMENANG..

  4. aji says:

    Guru yang bisa membuat siswanya gila ilmu dan berakhlak baik…

    Btw, di par 10 ada kata “khususnya” yang penulisannya ‘”khusunya”.. mungkin msh bnyk yg lain. Saya hanya baca cepat.

  5. icha says:

    mantabs tulisan’y..
    sosok guru memang penting tp tdk melupakan aspek lain yg menentukan keberhasilan pendidikan itu sndiri terutama bgmn dpt menumbuhkn motivasi belajar sang murid.. selain itu sgt disayangkn saat ini kbykn guru skedar transfer ilmu pngetahuan lupa menanamkn pendidikan karakter bg ank didik’y utk mjd org yg berilmu & berakhlak shg ilmu’y bermanfaat utk bangsa bkn memanfaatkn bangsa utk kepentingan pribadi’y..
    moga tulisan’y bs menginspirasi guru utk lebih optimal dlm mencerdaskn bangsa..

  6. ridha says:

    Memang pantas guru itu disebut ‘Pahlawan Tanpa Tanda Jasa’.
    Tapi tanpa mengurangi makna sebutan di atas, guru tetaplah manusia biasa yang tak luput dari segala salah dan khilaf.
    Untuk itu sebelum salah dan khilaf dalam menyampaikan materi kepada murid-muridnya terjadi, sebaiknya guru tersebut harus benar-benar menguasai materi dan mempunyai banyak referensi belajar yang baik dan lengkap agar ilmu yang disampaikan tepat sesuai sasaran.
    Good luck buat cikgu mahfud, salam hangat dari ckgu Mostyn🙂

    • hehe, suara hati ini ya mba…ok deh cikgu,, ^_^ makasih ya mba buat komennya..

    • oleh karena itu pula guru disebut sebagai agen pembelajar, karena ia harus membekali diri sebelum mentransfer ilmu kepada peserta didik… guru juga harus memiliki perencanaan pembelajaran yang tepat agar dalam proses pembelajaran lebih terarah dalam mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan..

  7. tenten tampan says:

    like this

  8. Akhdan says:

    bagus, tinggal bagaimana implementasi dilapangannya, torri pemerintah cukup baik tapi kurang membumi, ada hal pengalaman saya ketika mengajar, kita ingin mendidik anak dengan kualitas yang baik, tapi hasil yang didapatkan guru pengajar tidak sebanding dengan kinerja pengajar yang sudah berkorban tebnaga pikiran dan waktu, kalo mau pendidikan di Indonesia Berhasil , sejahterakan guru terlebih dahulu, sehingga guru lebih fokus hanya mengajar tidak mencari (Side Income) penghasilan tambahan, biaya pendidikan harus murah kalo bisa gratis SD – SMA, mata pelajaran yang ada juga tidak harus terlalu banyak

    • iya tuh akh, sekalipun ada sertifikasi guru dengan tujuan peningkatan kesejahteraan guru dan peningkatan kualitas pembelajaran tapi dalam implementasinya masih blm merata dan tidak tepat sasaran…guru yang mendapatkan tambahan tunjangan tidak signifikan dengan kinerjanya..kan seharusnya berkorelasi antara tambahan tunjangan dengan kinerja.. thanks ya akh buat kmennya..

  9. indri puspita says:

    subhanalloh..makasih untuk tulisan ini,,hari ni tepat hari guru dan tulisan ini menjadi motivasi (khususnya untuk saya pribadi) agar guru dapat berbuat lebih dalam upaya mencerdaskan bangsa..yuk sama2 tingkatkan kualitas pendidikan bangsa…smangat kaa ^_^
    slmt hari guru..

  10. indri puspita says:

    jadi tambah smangat..semoga dimudahkan segala niat baik qt ^_^

  11. Muhammad Yusro says:

    Bagus banget tulisannya, masukan saya sbb:
    1. Data ttg HDI dari UNDP, mgkn bisa dicari yg lebih baru lagi ?
    2. Perlu ada sedikit ulasan (jika perlu), bahwa idealnya peran guru menjadi lebih optimal dgn adanya tunjangan sertifikasi guru?
    3. Karena judul tulisannya agak umum/luas, maka ada baiknya ada paragraf tulisan yangmenukik, misalnya: pada peran guru sbg pendidik bukan pengajar, atau tuliskan peran2 aplikatif guru, dst.

    Salam.

    • Wah, subhanllah..jazakallah pa atas masukannya..iya data UNDP yg terbaru sya bloging ga dapet2 pa, susah euy.. sukses slalu buat pa yusro, btw kapan2 kita adain lagi tuh pa reunian foris UNJ.. ^_^

  12. yulia fransisca says:

    salut buat mas mahfud…
    ditengah2 kesibukan sbg sorg pendidik msh menyempatkan utk menghasilkan karya yg luar biasa.
    smg dgn hadirx tulisan ini, dapat memotivasi para pendidik/guru utk berbuat lebih baik lg demi mencerdaskan anak2 bangsa…

    sukses ya mas…

    • siip, thanks ya mba yul..slamat juga buat gelar masternya yg dah didapatkan…🙂 ditunggu traktirannya nih.. yuk trus mengukir prestasi dimanapun kita berada dengan belajar dan belajar… *lanjut kuliah lagi yuk mba yul..hehe

  13. Mr. Rab Yogya says:

    Alhamdulillah guru-guru terbaik dari negeri kita (salah satunya temen saya ini mas Mahfud) masih pada peduli dengan anak-anak TKI kita yang masih banyak terpinggirkan di negeri orang. teruskan perjuangan anda-anda. jadikan anak-anak TKI ini menjadi anak yang hebat, yang nantinya mau peduli dengan kemajuan bangsanya dengan tetap berpegang teguh pada agamanya, mempunyai budi pekerti yang luhur, mengenal sopan santun dan mestinya juga memegang nilai-nilai kejujuran. Salut mas dengan perjuangan anda. semoga sukses.
    Mengenai tulisan diblok pada dasarnya sudah baik, menurut saya memang datanya perlu di up-date. Untuk HDI kayaknya sudah ada yang tahun 2010 kok mas. ini nanti tak kirim via email mas alamat dan datnya. data tersebut saya ambil pada tanggal 18 januari 2011. semoga bermanfaat.

    • terimkasih banyak pak atas masukannya, nanti saya coba revisi dengan data terbaru. iya pak, karena bagaimanapun juga anak2 TKI adalah bagian dari warga negara kita dan mereka mempunyai hak penuh untuk mendapatkan pendidikan yang ditanggung oleh negara. dan disini mereka sedang berjuang mendapatkan layanan pendidikan tersebut meski dengan kondisi pembelajaran yang jauh dari idealisme, mudah2an pemerintah lebih peduli lagi dalam memberikan layanan pendidikan dengan kualitas yang terbaik untuk anak2 TKI disini pa, sehingga ketika mereka kembali ke tanah air bisa memeberikan sumbangsih untuk perkembangan pembangunan nasional dengan peningkatan kualitas SDM Indonesia. mohon doanya pak.. Salam buat teman2 Jogja..

  14. 7nirwana says:

    Guru terbaik adalah sosok yg “memanusiakan manusia”. Murid bukanlah robot/alat foto copy yg hanya menghapal setiap teori yg ada di dalam buku/LKS.Guru yg baik adalah pendidik yg setiap harinya memberikan ilmu baru dan memberikan kesempatan siswa u/mengeksplorasi semua yg ada pd diri siswa. Bangsa ini butuh guru yg arif dan cerdas.

    *Harapan itu masih ada*

    Menjadi pendidik itu menyenangakan ^u^

    • yup, sepakat sekali bu. itulah beratnya peran guru, karena kompleksitas perannya. agar dapat memanusiakan manusia maka guru pun harus tau seluk beluk dari peserta didik, meliputi minat, bakat, dan potensi yang ia miliki..dengan begitu guru dapat mengcreate proses pembelajaran yang tepat guna dan sasaran. Insya Allah harapan itu masih ada dan selalu ada..:)

  15. Siti Nurkayah says:

    Askm, barokallahu pak, Yapz saya sepakat dengan peran kita sebagai guru dalam mendidik ilmu, MORAL, kepribadian, ketrampilan dll. Semangat juang ini telah dicontohkan oleh sang Guru Kehidupan yaitu Rasulullah saw, semangat mengajar dan membina tuk cerdaskan generasi penerus bangsa dengan akhlak yang mulia.

    • wa’alaikumsalam, iya betul skali mba.. memang disamping guru sebagai pengajar, Ia juga sebagai pendidik.. inilah point yang terpenting, dan bahkan hamper terlupakan oleh para guru. Peran guru tidak hanya sebatas mengajar saja namun juga mendidik peserta didikagar memiliki nilai-nilai moral dan akhlah yang mulia dalam pribadinya. Makanya sekarang ada kebijakan penerapan pendidikan karakter pada setiap jenjang pendidikan dinegara kita. Mudah-mudahan kebijakan ini bias membawa bangsa kita semakin cerdas dan berhati nurani serta berkarakter. trimakasih atas komennya ya

  16. marlita says:

    Bagus artikelnya,,,tulisan yg bisa memotivasi,bukan hanya untuk kalangan guru saja,tp jg saya^^..smoga smua anak2 di negri ini mendapatkan apa yg seharusnya mereka dapat..smangat terus cikgu mahfud untuk anak2 bangsa

    • Wahh, Alhamdulillah kalo begitu bu dokter, energi positifnya bisa dirasakan..sebenarnya tulisan ini untuk pengingat dan pengoreksi untuk diri saya pribadi sebagai seorang pengajar. Mungkin tepatnya tulisan ini adalah tulisan refleksi saya dalam menjalankan amanah sebagai seorang guru yang masih ada kekurangannya..semoga kelak dapat dan terus diperbaiki…thanks ya ta buat komennya dan buat supportnya..^_^

  17. nasywanawfal says:

    Mahfud hebat deh ……… Saya seperti membaca artikel guru saya bukan membaca artikel murid saya

    • Maaf ini dengan bu widi atau bu ides ya? karena tdk ada namanya bu..hehe. terimaksih ya bu sudah sempat berkunjung dalam blog saya. Kan murid adalah cerminan seorang guru, saya bisa seperti ini, itupun karena ibu dan bapak ibu guru yang senantiasa mengajar dengan hati yang ikhlas sehingga ilmunya membekas deh di hati, pikiran, dan tindakan sya..^_^ terimkasih ya bu atas pendidikan dan pengajarannya selama ini. Salam untuk bapak ibu guru di SMKN 30, nanti kalo saya ke Jakarta insya Allah saya akan sempatkan untuk berkunjung kesekolah bu. SELAMAT HARI GURU ya bu..

  18. rusydi says:

    ganbate. two tumbs deh buat artikelnya. semngat ya. salam kenal dari guru sd

  19. saya sgt mengagumi profesi seorg guru krn ayh sy adlh seorg guru,sy pun seorg guru tk,yg sgt menyayangi semua mrd2.pdhl penddkn sy adlh smkn 30,tp krn sy lbh menyukai profesi guru mk msklah sy ke pgtki jg ke unindra pgri.org yg berpngrh di dlm hdp sy selain ortu adlh guru sy wkt sd n smp juga smk,mrk adlh guru yg mnjd patokan bg sy sprt apkh gr yg baik itu,yg memahami rs hati mrdnya yg ingin bljr,mnjd pintar sprt gurunya,sy sll ingat seperti apa beliau yg sbr dgn mrd2 yg sk berulah,sk tdk mau bljr.tp beliau ttp sbr n bnyk memberi motivasi.jayalah guruku.jayalah bangsaku.

    • apapun latar belakang pendidikan kita pada hakekatnya kita adalah seorang guru, yang kelak akan mengajarkan anak2 kita dengan ilmu yang kita miliki, terlebih untuk peserta didik kita. tidaklah cukup berbekal ilmu dalam mendidik namun juga ketabahan dan kesabaran guru juga merupakan kunci suksesnya dalam mendidik dan membentuk peserta didik kita dengan nilai-nilai yang baik. Semanagt hari guru dan terimakasih bu

  20. pendidikan yg baik melahirkan bangsa yang bermartabat.
    keep on moving ^^ semangat cikgu mahfud😀

    • yup, sepakat untuk bang suswanto.Martabat bangsa kita tertumpu pada wajah pendidikan bangsa kita. dan wajah pendidikan bangsa ini bergantung pada peran guru dalam mencerdaskan bangsa.. thanks bang sus.. ^_^

  21. Wara says:

    Memang seharusnya seperti itu..
    Guru menjadi teladan di era keterbukaan..

  22. Selamat menjelang hari guru buat kita semua. Sebuah tugas mulia, mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan seperti kebanyakan mereka (maaf para politikus negeri ini) yang malah menghancurkan kehidupan bangsa. Di tengah- tengah kesibukan beliau mempersiapkan graduation, masih sempat dan berkenan memberikan pencerahan kepada kita semua, menyadarkan pikiran kita dan mereka (apabila sempat membaca) bahwa nasib bangsa ini adalah tergantung dari kualitas pendidikannya. Melalui tulisanya yang luar biasa beliau tanamkan khasanah dan potret pendidikan serta peran guru. Selamat dan terimakasih Mr. Tuatul Mahfud, M. Pd. salam kenal dari saya, pengagum barumu..

    • Selamat hari guru juga cikgu Gaguk, terimakasih masukannya.. untuk mencapai tujuan yang mulia itu, maka dimulai dari hal terkecil dan dimulai dari kita sebagai seorang guru yang telah menyadari akan peran kita yang sebenarnya..Salam sukses dan mari kita kembangkan layanan pendidikan untuk anak bangsa di Sabah-Malaysia ini dengan memberikan layanan pendidikan yang terbaik dan tentu dengan kualitas yang terbaik pula.. Salut juga buat pak Gaguk yang tengah mengembangkan layanan pendidikan di Sabah-Malaysia..Lanjutkan!!

  23. Yuda Achdiyani says:

    guru, sistem pendidikan (pemerintah), murid dan orang tua..jadi penentu atas keberhasilan pendidikan negeri ini. semuanya saling bersinergi untuk menghasilkan SDM bangsa yg berdaya guna dan berdaya saing.
    Guru terus meningkatkan kapasitas dan kualitasnya sebagai pengajar, pemerintah pun mengevaluasi sistem pendidikan dan kurikulum yg saat ini diberlakukan, tidak hanya dg rajin mengubah kurikulum yg intinya sama namun membingungkan pelaku pendidikan. Orang tua juga yg memberikan perhatian atas tumbuh kembang pendidikan anak-anaknya di sekolah dan di rumah.
    Semoga pendidikan Indonesia lebih baik lagi.
    Hidup guru Indonesia, kami amat berterima kasih padamu atas jasa dan pengorbanan yang tiada henti.

    • terimakasih atas masukannya. iya betul semua pihak tersebut merupakan bagian dari supra sistem pendidikan yang saling memiliki keterkaitan bahkan harus bersinergi satu samalain. apalagi dengan berkembangnya issu2 seputar pendidikan, liberalisasi, globalisasi, otonomi pendidikan, sistem pendidikan terbuka, kualitas dan relevansi, orientasi pasar, akuntabilitas, pemerataan akses, serta pengembangan kapasitas, dan mungkin masih banyak lagi issu yang terkait dengan pendidikan. Untuk itu sistem pendidikan harus responsif terhadap berbagai issu tersebut, dan oleh krenanya terjadi perubahan2 kurikulum dalam rangka merespon isu2 tersebut yang mengarah pada perbaikan,namun perlu disadari oleh para pengambil kebijakan pendidikan d Indonesia bahwa jika mereka ingin membuat perubahan yang berarti dalam bidang pendidikan maka fokus utama mereka haruslah tetap pada kualitas guru yang senantiasa diupgrade dalam pemenuhannya..

  24. Brigita Yudi Handayani K says:

    Tulisanmu sangat menyentuh hati nurani saya.Rasanya saya merasa kecil hati,karena selama 16 thn pengabdian saya di dalam dunia pendidikan belum dapat berbuat byak seperti halnya mantan murid saya yg satu ini,dgn tulisannya brupaya utk membuka hati kita kembali utk melihat peran guru yg sesungguhnya.
    Menjadi seorang guru yg sesungguhnya dibutuhkan pengorbanan yg ikhlas.Tdk hny sekedar mentransfer ilmu saja,tp dibutuhkan hati yg luas utk mendidik
    murid kita menjadi pribadi yg lebih baik. Tugas ini semakin berat tanpa support dari banyak pihak
    Beban tugas guru diluar tgs mengajarny yg menyita pikiran dan waktu kadangkala mybkan kita melupakan tugas kita yg sesungguhnya mjd pendidik.
    Jadi saya sangat berharap sekali di hari guru ini kita patut bersyukur diberi kesempatan utk mjd seorang guru yg turut ambil bagian merubah negara kita mjd lbh baik melalui pembinaan tunas-tunas muda bgs.
    Jadilah guru yg profesional krn kita sdh tersertifikasi profesional.Sertifkasi tdk hny sekedar selembar
    kertas sj tapi kita dapat mengaktualisasikannya dlm
    bentuk memenuhi kompetensi paedagogik,sosial,kepribadian dan profesionalisme.
    Semoga dengan tulisanmu ini membuka mata hati byk org utk memahami peran guru yg sesungguhnya.Marilah kita sama-sama menaikkan harkat dan martabat bgs kita melalui pembinaan generasi muda bgs.
    Selamat berkarya..jangan mudah lelah dan putus asa demi kemajuan diri kita,keluarga dan bangsa kita.
    maaf ibu baru sempat comment,krn baru saja bertugas sbg penjab di lks nas.baru selesai hari ini.
    Selamat berjuang anakku dan tetap semangat…🙂

    • Trimakasih ya bu atas masukannya, tulisan ini juga sebenarnya untuk pengingat saya sebagai seorang pengajar bu. saya juga berterimakasih sekali atas didikan ibu selama tiga tahun saya duduk dibangku SMK, dan bahkan ketika saya kembali untuk mengajar di SMKN 30 ibu selalu menjadi tutor saya dalam menjalankan tugas mengajar ditempat tersebut.. saya jadi teringat hadiah dan surat yang ibu berikan kepada saya atas kelulusan saya, sampai sekarang surat tersebut masih saya simpan bu.. semoga jerih payah ibu dalam mendidik tunas-tunas bangsa dapat memberikan kemanfaatan untuk kita semua, terutama dalam merealisasikan tujuan pendidikan nasional yaitu mencerdaskan bangsa. Selamat hari guru ya bu, terimakasih atas didikannya slama ini. Semoga Tuhan memberkati ibu selalu..

  25. nurrochmah says:

    salam kenal,

    memberi sedikit masukan utk kalimat di paragfraf ke2:
    “Untuk memperoleh SDM yang berkualitas dan memiliki daya saing, perlu didukung oleh suatu sistem pendidikan nasional yang dikembangkan berdasarkan pada kebutuhan masyarakat (stakeholder)” >> akn lbih jelas dan mkinbaik lg jk anda contohkan sperti apa sistem pendidikan yg berbasis kebutuhan anak didik baik dlm metode ataupun materi ajar jd ada sebuah solusi yg anda paparkn tdak hnya wacana saja…ini hanya saran ^_^

    • Salam kenal juga, terimakasih atas masukannya. maksud dari sistem pendidikan nasional yang dikembangkan berdasarkan pada kebutuhan masyarakat (stakeholder) adalah pendidikan yang dikembangkan berdasarkan pada kebutuhan pengguna lulusan yaitu industri atau semacamnya…sehingga antara input, output (sekolah) dan outcome (pengguna lulusan) ada keterkaitan dan keterhubungan (link and match). dengan begitu tidak ada lagi istilah pengangguran di negri kita ini.. terkait contoh sistem pendidikan berbasis pada kebutuhan anak didik, kalau saya jelaskan di artikel ini saya rasa tidak akan cukup untuk mengurai konsep pendidikan tersebut. oleh karenanya artikel ini hanya memuat urgensi dari peran guru dalam mencerdaskan bangsa. tapi saya sangat berterimaksih sekali karena hal ini bisa menjadi masukan buat saya untuk memasukan tema tersebut dalam artikel berikutnya.. trimakasih ^_^

  26. Arry says:

    inspiratif sekali… tapi tunggu mas… saya sedikit menambahkan yang tak kalah penting …. sistem pendidikan sudah ok,,, guru ok… pemerintah ok… tak cukup hanya itu kita butuh peran aktif dari orang tua…

    karena orang tua adalah guru pertama bagi anak-anaknya

    ini seperti anda ajarkan disiplin disekolah tapi dirumah anak tidak diajarkan tentang kedisiplinan tentunya apa yang kita ajarkan akan sia-sia atau mungkin tak maksimal (sesuai pengalaman).. kita butuh pula peran aktif orang tua

    • thats right sist, bagaimanapun juga peran orang tua amatlah menunjang dalam suksesnya belajar anak didik kita, disamping itu pula peran orang tua adalah sebagai partner guru dalam pembelajaran yang meliputi proses belajar hingga pada evaluasi pembelajaran itu sndiri..sekarang ini pun ada beberapa sekolah yang telah menerapkan penilaian partisipatif yang melibatkan orang tua, sehingga dalam konteks ini orang tua memiliki peran dalam mengevaluasi hasil belajar siswa. Terlebih dalam pembelajaran Learning Center (sekolah terbuka.red) di Sabah-Malaysia, peran orang tua menjadi hal yang terpenting dalam proses pembelajaran. karena dlm pembelajaran di LC siswa hanya tatap muka di kelas 2kali dalam seminggu dan selebihnya peran orang tua yang mengkontrol proses belajar mandiri dari siswa dirumah. trims ya mba atas masukannya..

  27. KAMI adalah GURU

    by: Dado Binagama

    kami, adalah guru..
    guru bagi keluarga dan masyarakat yang kami cintai..

    kami, adalah guru..
    guru bagi orang-orang yang membutuhkan..

    bukan semata-mata, karena kami lebih pintar ataupun lebih tahu..
    tapi karena, yang kami tahu, ingin kami bagi dan ajarkan ke orang lain.

    bukan semata-mata, karena kami harus dicontoh dan ditiru..
    tapi karena, yang kami inginkan adalah memberikan keteladanan.

    sungguh, kami tidak mencari penghormatan dan pengakuan..
    atas semua jerih payah, keringat dan tenaga yang kami keluarkan!

    sungguh, kami tidak mendamba kekayaan dan kemewahan..
    atas semua pengorbanan kami mendidik dan mengajarkan para tunas bangsa!

    karena yang kami inginkan,
    adalah mendidik generasi dan membangun peradaban..
    juga mewujudkan visi meraih mimpi.

    bahwa,
    suatu saat nanti, ummat ini akan bangkit! karena PENDIDIKAN.

    sehingga kami tidak akan menyesal dan menangis,
    suatu hari nanti, disaat kami berdiri untuk mempertanggungjawabkan..
    semua yang kami miliki dan kami ketahui..

    dihadapan Robbil izzatiy..

    Jakarta,
    25 Nov 2011

    • Wah Subhanallah puisinya pa, Jazakallah pa. saya ga bisa berkata-kata deh. jempol buat pak Dado. semoga para guru berdedikasi pada Rabbi Izzati dalam menjalankan amanahnya. termasuk saya.. saya mohon izin, nanti puisi ini saya post dalam blog saya dengan karangan Dado Binagama..

  28. teguh santoso says:

    Sipp tulisannya, perlu terus dan terus belajar dan mengajar guruku

  29. Dadan Wahidin says:

    Jika guru gagal menjadi teladan, jangan heran, jika pepatah klasik berubah ekstrim: guru kencing berlari, murid bisa mengencingi gurunya. karena Jika tiada kesungguhan keteladanan, maka Pendidikan Karakter hanya akan menjadi slogan dan menambah daftar panjang daftar kefrustrasian program pendidikan. ^_^

    Tulisan yang bagus mas, Kerenlah pokoknya. ^_^ Layak untuk jadi Pemenang ^_^.

  30. Dadan Wahidin says:

    Jika guru gagal menjadi teladan, jangan heran, jika pepatah klasik berubah ekstrim: guru kencing berlari, murid bisa mengencingi gurunya. karena Jika tiada kesungguhan keteladanan, maka Pendidikan Karakter hanya akan menjadi slogan dan menambah daftar panjang daftar kefrustrasian program pendidikan. ^_^

    Tulisan yang bagus mas, Kerenlah pokoknya. ^_^ Layak untuk jadi Pemenang ^_^.

    Tulisanku masih pemula ^_^ he he
    http://makalahkumakalahmu.wordpress.com/2011/11/12/peran-guru-dalam-mencerdaskan-bangsa/

    • Betul sekali, seperti halnya senjata makan tuan ya mas, memang keteladan guru amatlah penting dalam sistem pembelajaran, terlebih dalam menerapkan pendidikan karakter, tidaklah ,mungkin nilai-nilai karakter bangsa tertanam pada diri setiap peserta didik tanpa adanya keteladanan seorang guru terhadap karakter yang ingin dibentuk pada peserta didik. saya memandang nilai-nilai karakter ini sangatlah penting untuk ditanamkan pada siswa, karena pada dasarnya nilai-nilai karakter merupakan manifestasi yang diperlukan dalam hubungan sosial di sekolah dan masyarakat luas..

      saya juga sedang belajar menulis mas..^_^ ok i’ll visit your blog, trimksh atas kinjungannya ya mas..

  31. ok, good posting!

    salam
    omjay

  32. Ewa Kartins says:

    Saya baca postingan ini sudah lama. Saya kira sudah ninggalin jejak berlumpur milik saya. eh, ternyata belum. Saya suka tulisan ini. memberi saya semacam ilmu bagaimana seharusnya menulis artikel dengan baik. Keep up ur good work, brader. Keep inspiring!

    Salam hangat,

    E. Kartins

  33. […] Tuatul. Peran Guru dalam Mencerdaskan Bangsa. https://mahfudz30.wordpress.com. Rabu 28 Desember 2011 jam […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: